KATA SAMBUTAN

Posted by:

foto ibuPESANTREN KHUSUS YATIM AS-SYAFI’IYAH SEBAGAI MODEL PENDIDIKAN MENYONGSONG MASA DEPAN

ANAK YATIM adlaah gejala dunia. perhtian khusus umat manusia terhadap anak yatim nampaknya juga sama. terdapat norma sosial atau agama, hukum positif (Perundang-undangan) dan perilaku pribadi atau lembaga, yang merupakan perwujudan dari perhatian manusia tersebut. Dimuka bumi ini, di lingkungan agama apapun, dalam negara berideologi apapun, pasti terdapat norma dan tingkah laku yang menunjukkan perhatian manusia pada anak yatim.

Maka norma dan lembaga tentang perhatian orang pada anak yatim, bukan masalah lagi. Masalah akan nampak pada saat lembaga panti Asuhan dikaitkan dengan subjek anak yatim dalam proses pertumbuhan menjadi manusia dewasa. dengan mengandaikan pemeliharaan anak yatim sebagai proses alamiah, lembaga tempat mengasuh anak yatim yang biasa disebut Panti Asuhan dihadapan pada dampak langsung atau tidak langsung pada dimensi-dimensi manusiawi. Manusia yang diakui sebagai makhluk, nilai, dan sumber kepribadian masyarakat. manusia sebagai subjek yang siap mewujudkan peradaban.

Indonesia masih terpuruk, baik dari segi ekonomi, sosial dan hukum, serta keadilan. Akibatnya jumlah masyarakat miskin semakin membesar. Demikian pula, siswa putus sekolah bertambah secara signifikan. Adanya konflik sosial yang meletup di beberapa daerah Indonesia dengan berbagai penyebabnya bahkan memperparah keadaan yang sudah sulit. Banyak korban berjatuhan, utamanya para anak-anak yang kehilangan orang tua dan menjadi yatim, dengan pengalaman langsung atas kesadisan antar manusia yang telah menguncang jiwa mereka. Anak-anak yatim dengan trauma kejiwaan, keputus asaan dan masa depan suram memerlukan perhatian dan penangan khusus. Tanpa itu, anak-anak yatim dan generasi muda kita akan menjadi generasi yang lemah dan menjadi ancaman kehancuran bangsa.

PESANTREN KHUSUS YATIM AS-SYAFI’IYAH, sejak didirikan pada tahun 1978, telah berhidmat dalam bidang yang khusus memperhatikan dan menangani anak-anak yatim. Pesantren beroperasi di atas tanah seluas 3,3 Ha, menampung anak-anak dari berbagai propinsi di Indonesia. Sejak tahun 1997 sampai sekarang.

Sambutan tersebut disampaikan oleh Almh. Prof. Dr. Hj. Tutty ALawiyah AS, MA Selaku Pendiri Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah, yang sekarang dilanjutkan oleh Putra Putrinya.

Prof. Dr. H. Dailami Firdaus

Penanggung Jawab